OST Gu Family Book (구가의 서) [FULL] Download

OST Gu Family Book (구가의 서) [FULL] Download

Kepribadian Wanita dari Bentuk Bibir

Kepribadian Wanita dari Bentuk Bibir

Download Complete Drama "I Hear Your Voice"

Download Complete Drama "I Hear Your Voice"

Kenapa Harus Flipped Classroom?

Kenapa Harus Flipped Classroom?

Cara Membaca Karakter Seseorang Lewat Bentuk Wajah

Cara Membaca Karakter Seseorang Lewat Bentuk Wajah

Showing posts with label Info Sains. Show all posts
Showing posts with label Info Sains. Show all posts

Monday, October 14, 2013

"Partikel Tuhan" Membawa Dua Ilmuwan Meraih Nobel

KOMPAS.com — Boson Higgs alias "Partikel Tuhan" akhirnya mengantarkan dua peneliti yang menggagasnya meraih Nobel Fisika tahun 2013. 

Peter Higgs dari Inggris dan Francois Englert adalah dua peneliti yang berbagi hadiah nobel tersebut.

Pada tahun 1960, mereka adalah dua orang peneliti yang mengajukan pandangan bagaimana materi di alam semesta bisa memiliki massa. 

Menurut dua peneliti tersebut, materi bisa memiliki massa karena adanya sebuah partikel yang memberikannya.

Boson Higgs akhirnya ditemukan pada Juli 2012 oleh tim ilmuwan dari Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN). Penemuan dikonfirmasi pada Maret 2013 lalu.

"Nobel Fisika tahun ini adalah tentang sesuatu yang kecil, tetapi membuat perbedaan besar," kata Staffan Normark, sekretaris permanen dari Royal Swedish Academy of Sciences, seperti dikutip BBC, Selasa (8/10/2013).

Englert mengungkapkan bahwa ia "sangat gembira" bisa memenangkan penghargaan ini.

"Awalnya, saya kira saya tak mendapatkannya karena saya tak menyaksikan pengumumannya," kata Englert kepada Komite Nobel usai konferensi pengumuman hadiah nobel yang sempat tertunda satu jam.

Sementara Higgs yang namanya diabadikan menjadi nama partikel mengatakan bahwa dirinya juga sangat bangga bisa memenangkan Nobel Fisika itu.

"Saya juga berterima kasih kepada mereka yang berkontribusi pada penemuan partikel ini dan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja saya atas dukungannya," katanya.

Direktur CERN, Rolf Heuer, mengungkapkan bahwa dia bergetar mengetahui penghargaan nobel jatuh ke sebuah peneliti fisika partikel.

"Penemuan Boson Higgs di CERN tahun lalu, yang memvalidasi mekanisme Brout-Englert-Higgs, menandai puncak upaya intelektual selama satu dekade dari berbagai kalangan di seluruh dunia," katanya.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/10/08/1911094/.Partikel.Tuhan.Membawa.Dua.Ilmuwan.Meraih.Nobel
Editor : Yunanto Wiji Utomo

Ditemukan Planet Penyendiri Tak Mengorbit

WASHINGTON, KOMPAS.COM — Para astronom mengatakan, mereka telah menemukan planet penyendiri di luar tata surya, Rabu (9/10/2013). Planet itu mengambang sendirian di ruang dan tidak mengorbit ke bintang.

Merupakan planet gas yang dijuluki PSO J318.5-22, berjarak hanya 80 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa yang hanya enam kali dari Jupiter, dan terbentuk 12 juta tahun lalu, planet ini dianggap sebagai bayi yang baru lahir.

"Kami belum pernah melihat obyek mengambang bebas dalam ruang yang terlihat seperti ini. Ia memiliki semua karakteristik planet muda, ditemukan di sekitar bintang lain, tetapi melayang di luar sana sendirian," kata ketua tim peneliti Michael Liu dari Institut Astronomi di Universitas Hawaii di Manoa.

"Saya sering bertanya-tanya apakah benda soliter itu ada, dan sekarang kita tahu yang mereka lakukan."

Para peneliti menerbitkan hasil studi mereka dalam Astrophysical Journal Letters, mengidentifikasi planet ini dari gerakan dan tanda panas yang unik menggunakan teleskop Pan-STARRS 1 di Gunung Haleakala, Hawaii.

AFP PHOTO/ N Metcalfe - Pan-STARRS 1 Science ConsortiumPlanet dijuluki PSO J318.5-22, menyendiri mengambang bebas tanpa orbit, berada dalam konstelasi Capricornus yang direkam teleskop Pan-STARRS 1 di Gunung Haleakala, Hawaii.
Mereka menyarankan planet yang baru ditemukan mungkin memiliki massa terendah dibanding semua benda mengambang bebas yang dikenal.

Teleskop lainnya di Hawaii menunjukkan bahwa planet ini memiliki sifat yang sama dengan gas raksasa yang mengorbit di sekitar bintang muda, tapi PSO J318.5-22 tidak memiliki bintang sebagai rumah.

Selama dekade terakhir, para peneliti telah menemukan sekitar seribu planet ekstrasolar menggunakan metode tidak langsung, termasuk planet yang menginduksi atau meredup dari bintang induknya.

Namun, hanya segelintir planet-planet itu yang telah diamati secara langsung karena sebagian besar mengorbit di sekitar bintang muda berusia kurang dari 200 juta tahun dan sangat terang.

"PSO J318.5-22 akan menghadirkan pemandangan indah planet gas raksasa yang tengah bekerja seperti Jupiter ketika baru lahir," kata penulis Niall Deacon dari Max Planck Institute for Astronomy di Jerman.
Sumber : AFP
Editor : Fikria Hidayat

Sunday, August 18, 2013

Awas, "Smartphone" Bikin Mata Rabun Jauh

KOMPAS.com — Jangan terlalu sering memandangi layar ponsel pintar (smartphone) kalau tidak mau mata menjadi rabun jauh. Inilah isi imbauan David Allamby, dokter bedah mata asal Inggris yang mengatakan smartphone berpotensi merusak kualitas pandangan pemakainya.

Allamby, ahli bedah laser yang juga memiliki klinik mata, menuding smartphone sebagai salah satu biang kerok meningkatnya jumlah orang yang menderita rabun jauh (miopi). Menurutnya, jumlah orang Inggris yang rabun jauh meningkat sebesar 35 persen sejak smartphone pertama diluncurkan pada 1997.

Perangkat pintar ini kerap dipandangi dalam jarak sangat dekat dari mata, yaitu sekitar 30 cm atau bahkan hanya 18 cm. Angka tersebut lebih dekat dibandingkan koran yang biasanya dibaca dalam jarak 40 cm.

Pengguna smartphone juga cenderung betah memandangi layar secara berlama-lama. Akibatnya, Allamby menjelaskan bahwa gen yang mengontrol sifat miopi menjadi aktif bahkan hingga lewat masa pertumbuhan (21 tahun). Kini, orang berumur 40 tahun sekalipun bisa terkena rabun jauh.

"Kalau tren seperti ini terus berlanjut, saya memperkirakan 40-50 persen orang berusia 30-an tahun bisa menderita rabun jauh pada 2033 nanti," ujar Allamby, seperti dikutip oleh Daily Mail.

Perangkat elektronik berlayar lain yang dipandangi dari jarak relatif dekat, seperti komputer, televisi, dan tablet, juga dapat mengakibatkan rabun jauh. Untuk mencegahnya, Allamby menyarankan pengguna tak berlama-lama memandangi perangkat itu dalam satu waktu.

Mata perlu istirahat agar tak memelototi layar terus menerus, misalnya dengan berjalan-jalan keluar rumah tanpa membawa smartphone. "Pertimbangkan juga dengan serius sebelum memberikan smartphone pada anak-anak," tambah Allamby.

Sebelumnya, University of California juga pernah merilis hasil penelitian tentang gangguan mata jika indra penglihatan itu terus-menerus fokus pada layar dan menyesuaikan diri dengan jarak proyeksi yang ditampilkan layar.

Hal ini dikenal dengan sebutan "vergence-accomodation," yang biasanya membuat beberapa orang merasa mual atau pusing ketika menonton film 3D. Seperti diketahui, gambar 3D seakan membuat suatu obyek berada dalam jarak sangat dekat atau bahkan sangat jauh dari pandangan, hal ini membuat mata bergerak secara simultan dalam arah berlawanan untuk mempertahankan fokus.

sumber: http://tekno.kompas.com/read/2013/08/18/1341151/Awas.Smartphone.Bikin.Mata.Rabun.Jauh

Sumber: Daily Mail
Editor: Aditya Panji

Thursday, June 6, 2013

Inilah Planet Alien Paling Mirip Bumi

Ilustrasi planet Kepler 62f (tampak paling besar) dengan planet Kepler 62e (tampak bersinar di kanan Kepler 62f). Obyek berwarna kuning adalah bintang Kepler 62. | NASA
WASHINGTON, KOMPAS.com — Menggunakan teleskop Kepler milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, ilmuwan menemukan planet-planet yang paling mirip dengan Bumi.

Dua planet ditemukan mengorbit bintang bernama Kepler 62, terletak di zona layak huni, wilayah yang tak terlalu panas ataupun dingin serta diduga memiliki air. Temuan dua planet tersebut dipublikasikan di jurnal Science, Kamis (18/4/2013).

"Dua planet ini adalah kandidat planet terbaik yang mungkin layak huni," kata William Borucki, pemimpin misi investigasi Kepler dari Ames Research Center, NASA.

Dua planet tersebut hanya sedikit lebih besar dari Bumi dan beberapa miliar tahun lebih tua. Planet pertama bernama Kepler 62e, 40 persen lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya selama 122 hari. Sementara planet kedua adalah Kepler 62f, 60 persen lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya selama 267 hari.

Kedua planet itu mengorbit bintang yang berusia 7 miliar tahun, berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Lyra. Planet itu terletak pada jarak pas sehingga suhunya tak terlalu panas dan tak terlalu dingin, air bisa ditemukan dalam bentuk cair.

Ilmuwan belum mengetahui apakah permukaan kedua planet itu lebih kaya batuan atau perairan. Namun, ilmuwan beranggapan bahwa planet itu punya material yang bisa terkondensasi membentuk padatan, tetapi juga punya cairan dalam jumlah signifikan.

Justin Crepp, asisten profesor fisika dari University of Notre Dame seperti dikutip AFP, Kamis, mengatakan, "Ini adalah obyek paling mirip Bumi yang kami temukan sejauh ini."

Crepp mendeteksi keberadaan bintang Kepler 62 sekitar setahun lalu. Ia kemudian meneliti keberadaan planet yang mengelilinginya dengan metode transit, mengamati peredupan cahaya bintang akibat adanya planet yang melintas di mukanya. Meski Kepler 62e dan f dinyatakan paling mirip Bumi, masih belum diketahui apakah manusia bisa hidup di planet tersebut.

Sementara itu, terdapat planet ketiga yang diduga juga mirip Bumi, bernama Kepler 69c. Thomas Barclay dari Bay Area Environmental Research Institute di California mengatakan bahwa planet itu mungkin dekat dengan bintangnya dan panas seperti Venus.

Temuan Kepler 69c dipublikasikan di Astrophysical Journal, Kamis kemarin. Kepler 69 sendiri terletak 2.700 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Cygnus.

Dengan temuan ini, sekitar 2.700 kandidat dan planet yang telah terkonfirmasi berhasil ditemukan Kepler. Tahun 2011 lalu, Kepler juga menemukan dua planet yang diduga layak huni, bernama Kepler 22b dan Kepler 47c.

Misi Kepler diluncurkan tahun 2009, yang bertujuan mencari planet mirip Bumi sebagai calon tempat tinggal baru manusia.

Sebuah Planet "Alien" yang Mirip Saturnus Ditemukan


Ilustrasi planet KELT 6b | University of Louisville/Erin Plew of Queen of Arts LLC
INDIANAPOLIS, KOMPAS.com — Astronom melalui pengamatan dengan teleskop di Arizona dan Afrika Selatan menemukan planet alien menyerupai Saturnus, yang mengorbit bintang sejauh 700 tahun cahaya dari Bumi.

Planet alien adalah sebutan lain dari planet ekstrasolar, planet yang berada di luar Tata Surya yang berpusat di Matahari.

Diberitakan Space, Selasa (4/6/2013), planet ini ditemukan dengan metode transit. Teknik ini didasarkan pada pengamatan peredupan cahaya bintang akibat planet yang mengitarinya. Dari Bumi, planet teramati mengalami transit selama 5 jam di muka bintang induknya.

Planet yang ditemukan dinamai KELT-6b. Nama planet diambil dari nama salah satu teleskop yang digunakan untuk menemukannya, Kilodegree Extremely Little Telescope (KELT).

Penemuan planet ini diumumkan Karen Collins, mahasiswa Astrofisika di University of Louisville di Kentucky, dalam ajang American Astronomical Society ke-222, Selasa kemarin. KELT-6b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya. Satu tahun di planet ini setara dengan 7,8 hari di Bumi.

Lalu, apa yang membuat planet ini mirip Saturnus. Bukan karena KELT 6b punya cincin, melainkan karena massa dan ukurannya. Selain itu, KELT 6b juga merupakan planet gas raksasa.

Massa Saturnus 95,16 kali massa Bumi, sedangkan ukuran Saturnus dicerminkan oleh radiusnya mencapai 58,232 kilometer. Massa dan ukuran KELT 6b tak jauh berbeda. Yang berbeda di antara keduanya adalah jarak orbit dengan bintangnya.

KELT 6b juga punya sepupu bernama HD 209458b yang sama-sama planet alien gas raksasa dan berjarak dekat dari bintangnya. Berbeda dengan sepupunya yang kaya logam, KELT 6b minim logam.

Keivan Stassun, astronom Vanderbilt University yang juga anggota tim KELT, mengatakan, peran logam dalam lingkungan di tempat planet terbentuk masih menjadi pertanyaan besar. Selain itu, karena terlihat sangat terang, KELT 6b layak dijadikan studi untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut.